silat tradisional
SENI MAEN PUKULAN

    

                                                                                                                                                  

ASLI BETAWI

                                                                                                                                            

 

    

  Sabeni <1860 - 1945> 

 

                                                                                                                                                        

SABENI TENABANG

 

    

     

GURU PENERUS SABENI

Berikut ini adalah silsilah keilmuan Perguruan Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang yang telah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda maupun Jepang di Indonesia hingga perkembangannya saat ini.

 

 

 

Hubungi :

+62-857-1969-0884

 

PETA
 

 

Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang  < Zul Bachtir >

Kantor Kecamatan Tanah Abang Jl. K.H.Mas Mansyur No. 130,

Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang,

Jakarta Pusat 10230, Indonesia
                 

              +62-857-1969-0884                

 

 

 

ALAMAT
@ 2017 by sabenitenabang.com

 

  Zul Bachtir Sabeni

Sebagai anak laki-laki satu-satunya dari Mohammad Ali Sabeni, Zul mewarisi ilmu maen pukulan Sabeni langsung dari orang tuanya.

Sebagai guru silat dan warga betawi asli yang cukup dikenal di daerah Tanah Abang, Zul dan beberapa saudaranya yang juga masih keturunan dari Pendekar Sabeni terus melestarikan beladiri silat tradisional aliran Sabeni di daerah Tanah Abang dan sekitarnya.

Zul terdaftar sebagai pemegang hak cipta atas lambang perguruan Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang dari Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Sebagai pewaris ilmu, Zul juga berhasil mengembangkan kurikulum dan metode pelatihan maen pukulan Sabeni Tenabang yang telah diturunkan kepadanya agar lebih mudah dipelajari oleh masyarakat umum dan mampu berkembang secara luas baik di Indonesia maupun manca negara.

 

  Mohammad Ali Sabeni <1933 - 2011> 

Putra ke 7 Pendekar Sabeni yang sejak berumur 10 tahun selalu menemani ayahnya pergi mengajar silat dari Tenabang sampai ke daerah Slipi, Kemanggisan, Kwitang, Kota Bambu, Rawa Buaya, Cengkareng, hingga Rawa Lumbu Bekasi.

Pada masa remajanya Ali pernah berdinas sebagai seorang staff kompi TNI AD yang diterjunkan pada peristiwa Front Pembebasan
Kalimantan Timur namun kemudian mengundurkan diri dari  dinas ketentaraannya karena menolak untuk bertugas bersama dengan pasukan KNIL di awal masa kemerdekaan RI. Ali kemudian bersama dengan Bing Slamet dkk bergabung dengan Unit Kesenian Kodam V Jaya.

Di hari tuanya Ali lebih dikenal sebagai seorang seniman kesenian Sambrah Betawi yang salah satu karyanya adalah lagu yang berjudul "Sabeni Djago Tanah Abang".  Oleh Dinas Kebudayaan Propinsi DKI Jakarta Ali juga dikenal sebagai salah satu tokoh silat Betawi khususnya dari aliran Sabeni. Ia juga berperan andil dalam pembentukan Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI), sebuah forum silaturahmi perguruan-perguruan silat tradisional di Indonesia.

 

Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Canam dan Piyah. Ia berguru silat pada Haji Suhud dan Haji Mail serta belajar agama pada Sayyid Alwi Al Habsyi.

Namanya mulai dikenal luas setelah Sabeni mampu mengalahkan salah satu Jagoan di daerah Kemayoran yang dijuluki Macan Kemayoran ketika ia hendak meminang puteri Macan Kemayoran tersebut.

Sabeni adalah sosok yang memiliki pengaruh di Tanah Abang. Ia tak hanya disegani oleh kaum pribumi, tapi juga oleh penjajah negara Indonesia ketika itu. Ia berhasil mengalahkan dengan telak Jago Kuntau dari Cina di Princen Park (sekarang bernama Lokasari) yang sengaja didatangkan oleh penjajah Belanda untuk melawan dirinya.

Dan pada masa penjajahan Jepang, di usianya yang sudah lanjut pun Sabeni kembali berhasil melawan dan mengalahkan satu per satu semua ahli beladiri dari Jepang yang didatangkan oleh Komandan Kempetai untuk menantang Sabeni dalam duel di Markas Kempetai di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.